Minggu, 02 April 2017

Kaitan Antara Menuntut Ilmu Dengan Membela Agama Sesuai Perintah Qur’an Surat At Taubah Ayat 12

Kaitan Antara Menuntut Ilmu Dengan Membela Agama Sesuai Perintah Qur’an Surat At Taubah Ayat 12

            Menuntut ilmu hukumnya fardu’ain dan fardu kifayah. Kenapa demikian karena orang berilmu tidak mudah terper daya dengan rayuan orang lain dan memiliki pendirian yang kuat. Ilmu juga bisa menjadi pembangun dan yang membantu kita disaat kita jatuh dan susah karena orang berilmu memiliki kepercayaan dan landasan hidup untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Orang berilmu akan senantiasa mengingatkan dirinya untuk tetap berjalan di jalan yang baik. Dan ilmu juga sebagai peringatan pada kita saat kita sudah di atas untuk terus mempertahankan kekdudukan kita diatas dan tidak tersesat kejalan yang buruk dengan tetap rendah hati dan ikhlas.
            Sesuai dengan surat at – taubah ayat 12 yang menyuruh sebagian dari kiat belajar dan menuntut ilmu disaat peperangan terjadi. Hal itu dilakukan agar saat orang – orang yang pergi berperang pulang mereka tidak akan lupa dengan kewajiban dan ilmu yang ada , dan agar saat tidak ada yang kembali banyak oarang yang masih bisa menyebarka ilmunya kepada sanak saudaranya yang lain. Ilmu yang kita miliki harus diteruskan pada orang lain walaupun itu hanya sedikit maka ilmu itu akan menjadi ilmu yang bermanfaat.
            Saat ini masih banyak orang yang pintar tapi takut untukmembagi ilmunya biasanya dikarnakan dia takut oarng yang dia ajari akan lebih pintar dari dirinya. Akan tetapi apakah kalian pernah berpikir jika semua orang seperti itu maka generasi muda tidak akan pernah berkembang dan ilmu tersebut hanya akan hilang tanpa pernah dikenang sama sekalih. Bukankah itu percuma hal tersebut hanya akan membuat kita lelah tanpa pernah menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.
            Menurut hadis riwayat ibnu najah, bahwa anas bin malik yang mendengar rasulullah bersabda bahwa saat tinta ulama atau orang yang membagi ilmu tersebut timbangan maka timbanganya akan lebih besar dari darah syuhada. Maka untuk apa kita masih takut untuk membagi ilmu terutama ilmu agama karena saat banyaknya orang orang ahli agama yang tidak mau membagi ilmunya dan tidak ada seorang pun yang menuntut ilmu maka ilmu itu akan terputus bisa saja kelak entah kapan jika hal itu tersebut tetap berlanjut maka tidak akan ada yang tahu tentang ilmu. Dan kita selaku umat islam wajib membagi ilmu seuai kaidahnya antara ilmu agama dan ilmu duniawi.

            Hal ini dilakukan karena saat kita beribadah itu dialandasi oleh ilmu yang harus terus disebarkan dan dipelajari oleh kita agar tetap terjaga dan ada untu memperingatkan.